X
T r a s h :: l o g BETA
{ Chen Hendrawan }
chenz v.A-01 chenz v.T23s chenz v.X0-KZ

Archive for the 'the human' Category

I am back

Monday, June 14th, 2010

After years of silence, I decided to write again.

For now, I only want to say one thing:

The world cup 2010 semi finalist will be Argentina, Brazil, Germany, and (of course) Spain. The final will meet European with South American. Period.

Update: My prediction seems not possible. Check this.

kenapa lama nggak update blog

Monday, December 31st, 2007

Bukan karena ikutan Writer’s Strike kalau gue lama nggak ngeblog. Sebetulnya gue lagi sibuk! Halah alesan klasik banget :D Cari alesan lain deh…

Gue lagi banyak jalan-jalan. Awal dan pertengahan Desember kemaren gue jalan-jalan mulu. Habis cuti jalan-jalan, eh sama kantor disuruh jalan-jalan lagi ke Bali. Heheh… indahnya.

Seharusnya sih banyak jalan banyak posting blog. Niatnya sih begitu: jalan seharian, malemnya diposting ke blog. Kamera dan laptop udah siap. Tapi ternyata maen itu lebih cape daripada kerja :D Habis seharian maen, sampe hotel udah cape banget, langsung tidur deh soalnya besoknya mesti maen lagi pagi-pagi. (Duh maen aja lebih niat daripada kerja :D )

Sejak jalan-jalan itu kegiatan dunia maya gue jadi nggak lancar. Mulai dari melayani milis-milis nggak jelas, blog & news feed yang seabrek di Google Reader gue, sampai urusan update blog, semua terbengkalai. Ritme internetan gue kok jadi berubah, masih kebawa-bawa suasana liburan sampe sekarang. (Ritme kerja juga berubah sih, but I don’t really care, xixixixi… :D ) Nah semoga dengan posting blog ini gw bisa kembali ke jalan yang benar: menjadi kutu komputer kembali :p

Selamat tahun baru 2008, bagi yang merayakan.

bagaimana berbuat untuk orang lain ?

Wednesday, October 31st, 2007

Sering kali kita tenggelam dalam kehidupan pribadi kita, bekerja keras mengejar mimpi pribadi, dan menjadi lupa dengan orang lain. Entah yang kita lupakan adalah orang-orang terdekat kita, orang yang kita sayang, masyarakat di sekitar kita, atau bahkan dalam lingkup yang lebih luas negara yang kita tinggali.

Lupa yang saya maksud di sini bukan sekedar lupa dalam pikiran, akan tetapi tindakan-tindakan yang kita lakukan tidak lagi berarti bagi orang-orang tersebut. Mungkin dalam pikiran kita ingat dengan saudara kita, ingat teman yang sedang kesulitan, ingat dengan anak jalanan di perempatan yang baru kita lalui, ingat dengan kondisi bangsa yang carut marut. Namun jika keseharian kita tidak memberi arti lebih bagi mereka, itu sama saja kita lupa.

Lalu apakah salah jika kita lupa? Tidak perlu saya jawab. Masing-masing orang punya cara pandang sendiri tentang arti hidup yang dia lalui. Saya tidak perlu dan tidak ingin menyalahkan.

Saya pribadi sedih setiap terbangun dari kelupaan saya. Sedih karena ternyata porsi kelupaan, ketidakpedulian saya lebih besar dibanding apa yang sudah saya lakukan. Sering kali banyak hal remeh temeh pribadi menjadi excuse untuk tidak berbuat lebih banyak bagi orang lain. Tidak ada waktu lah, sibuk dengan pekerjaan lah, sedang dalam perjalanan, tidak punya uang, sedang menabung untuk nikah, karena hujan deras, karena belum sarapan, sedang asyik jalan-jalan, dan sederet alasan lain yang sebetulnya remeh temeh. Remeh temeh jika dibandingkan dengan kesulitan orang-orang lain yang anda temui setiap hari di jalan, di kantor, di sekolah, di masjid, lokalisasi, rumah, kereta api, di mana saja.

Teringat kata-kata seorang teman, “Setiap orang punya masalah. Masalahnya, semua menganggap masalah mereka yang paling berat.” Dari premis tersebut saya mencoba memandang diri sendiri sebagai orang yang tak punya masalah, karena toh kesulitan orang lain sama atau lebih berat, tergantung siapa yang melihat. Ketika kita bisa memposisikan diri sebagai orang yang tidak punya masalah, atau setidaknya berhasil menganggapnya remeh temeh, maka terlihat jelas begitu banyak di luar sana yang membutuhkan sesuatu dari kita, entah itu dalam bentuk materi ataupun bukan.

Kenyataan yang terbuka itu sering menyakitkan saya. Bukan lagi karena saya lupa, tapi karena saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Apa yang bisa saya beri, apa yang bisa saya perbuat, apa yang bisa menjadikan saya lebih berarti bagi orang lain. Untuk orang yang kita sayang, untuk orang yang bertemu kita di mana saja, untuk bangsa (!)

Saya tidak sedang mengajak pembaca semua untuk setuju dengan apa yang saya yakini. Sebagaimana agama, arti kehidupan anda layaknya sebuah keyakinan. Saya hanya minta saran, tolong kasih komentar, apa yang bisa saya lakukan untuk berbuat lebih? Please. Satu saran saja dari setiap pembaca. (Lebih dari satu juga lebih baik :D ) Saya mohon saran yang praktikal, bukan suara-suara langit yang berbicara ide dan norma. Sesuatu yang bisa langsung saya (dan anda) lakukan. Atau kita bersama-sama.

Please.