X
T r a s h :: l o g BETA
{ Chen Hendrawan }
chenz v.A-01 chenz v.T23s chenz v.X0-KZ

7 alasan tidak menggunakan kendaraan pribadi di jakarta

1. Anda masih single

Untuk apa anda harus memiliki mobil/motor jika anda masih single? Berbeda misalnya jika anda punya anak-anak kecil dan istri/suami yang harus dipayungi. Memang kendaraan pribadi bisa dipakai untuk jalan-jalan dengan teman/pacar, tapi jalan-jalan naik bus panas-panas juga asyik toh. Setidaknya bisa jadi nostalgia saat sudah tua nanti :p Plus, anda nggak perlu bingung siapa yang harus nyetir kalau habis minum-minum di pesta.

Kalau memang ingin lebih nyaman, sekali-sekali naik taksi juga bukan masalah kan?

2. Anda sebetulnya secara finansial mampu untuk TIDAK membeli kendaraan pribadi

Misalkan anda tinggal di Depok dan bekerja di daerah Sudirman. Jika menggunakan kendaraan umum, anda harus keluar ongkos (saya hitung kasar) 30 ribu rupiah setiap hari pulang pergi. Dikali 30 hari berarti 900 ribu rupiah per bulan. Jika anda membeli motor, anda harus keluar 600 ribu rupiah perbulan untuk cicilan motor plus uang bensin dan perawatan misal 200 ribu per bulan. Total 800 ribu/bulan. Anda bisa menabung 100 ribu per bulan.

Sepertinya ide bagus, tapi tidak relevan jika pendapatan anda per bulan (misalnya) di atas 4 juta rupiah dan anda masih single. Memang anda bisa menambah tabungan 100 ribu per bulan, tapi apakah uang sebesar itu cukup berarti dibandingkan kemacetan yang anda timbulkan, polusi yang anda tambahkan setiap harinya? Anda sendiri yang bisa menilai.

Jadi pertanyaan saya bukanlah apakah anda mampu untuk membeli, tapi apakah anda mampu untuk TIDAK membeli kendaraan sendiri dan tetap menggunakan kendaraan umum. Hitungan saya mungkin kurang akurat, but you’ve got my idea.

3. Anda masih muda, berpendidikan, dan cinta Jakarta

Bayangkan orang muda seperti anda tiap tahun tumbuh baru di jakarta. Semuanya kesal dengan sarana transportasi umum yang buruk dan memutuskan memiliki kendaraan pribadi. Dengan tingkat kemacetan sekarang saja seperti ini, bagaimana anda pikir 5 sampai 10 tahun ke depan?

Ingatkah ketika anda pertama kali menjadi kelas menengah baru di Jakarta, masih berusia kepala dua, dan baru mendapat pekerjaan. Apakah anda merasa seorang diri saat itu ataukah bagian dari kelas menengah baru yang terus tumbuh setiap tahunnya? Jika anda berpendidikan dan sadar bahwa anda tidak sendiri, tentunya anda bisa menghitung bahwa lima tahun lagi mobil anda bahkan tidak bisa keluar dari garasi karena macet.

4. Anda peduli dengan orang kecil

Apakah anda sadar bahwa dengan membeli kendaraan pribadi berarti anda memperkaya orang-orang kaya pemilik pabrik mobil/motor dan perusahaan multi finance yang membiayai kredit motor/mobil anda? Apakah anda mengamati pertumbuhan kekayaan perusahaan multi finance beberapa tahun terakhir ini seiring dengan makin mudahnya kredit kendaraan bermotor dan makin macetnya jakarta?

Dengan tetap mengggunakan kendaraan umum berarti anda secara langsung ngasih makan sopir dan kondektur bus, sopir mikrolet, bajaj, taksi dan keluarganya. Memang anda kehilangan kesempatan untuk menambah tabungan 100 ribu rupiah per bulan, tapi 100 ribu anda tidak terbuang percuma.

5. Anda sebetulnya punya waktu lebih

Anda mungkin beralasan bahwa dengan menggunakan motor anda bisa menghemat 30 menit saat berangkat kerja dan 30 menit saat pulang. Anda takut membuang terlalu banyak waktu dan menjadi tua di jalan.

Padahal kalau anda pikir, tambahan 30 menit saat berangkat pagi hari bisa anda manfaatkan untuk mengecek ulang apa yang akan anda lakukan hari itu. Merencanakan hari anda dengan lebih baik, cek email lewat hand phone, sms-an dengan pacar, atau membaca buku. Sesuatu yang tidak bisa anda lakukan jika anda berkonsentrasi mengemudi (Asumsi bahwa anda adalah pengemudi yang baik :p).

Sementara tambahan 30 menit saat sore hari bisa anda gunakan untuk beristirahat (tidur) di bus kota. Tidur sejenak selepas kerja sangat efektif untuk membuat anda segar ketika sampai di rumah sehingga bisa melakukan hal-hal lain dan tidak langsung terkapar kelelahan.

Seiring dengan berkurangnya minat terhadap penggunaan kendaraan pribadi, tentunya pemerintah dan pengusaha akan semakin memperbaiki sarana transportasi umum (pengusaha tentu tetap ingin cari untung). Dan hasilnya sarana transportasi umum akan semakin baik sehingga anda tidak akan khawatir tua di jalan.

6. Tempat tinggal anda dekat dengan tempat anda bekerja

Misal anda kos dekat kantor, atau tinggal di apartemen yang juga tidak jauh dari kawasan perkantoran. Why the hell you should own a car/motorcycle??!!

7. Anda baca sampai poin terakhir ini sambil manggut-manggut

Hehehe.. sebetulnya saya nggak ada ide/alasan lain. Lupa atau males mikir-mikir lagi. Hanya supaya genap (ganjil?) tujuh aja, kan lebih cool gitu kalo angka tujuh, hihihi..

7 Responses to “7 alasan tidak menggunakan kendaraan pribadi di jakarta”

  1. Sukma Says:

    Vote Chenz jadi Bapak Bupati Jakarta ;) )
    Presiden kalo perlu… wakakaka…

    *siap-siap buat spanduk “Coblos Chenz!!!”

  2. oktaendy Says:

    Sebenarnya banyak orang juga males naik kendaraan pribadi. karena berbagai alasan, dari macet sampe cape nyetir apalagi nyetir motor. :D . masalah utama adalah sarana angkutan umum yang tidak memadai. jumlah armada yang kurang (antrian panjang tiap pagi di halter busway harmoni dan tempat2 lain), keamanan yang kurang (selama naik bus sudah 3 kali kena todong berkali2 melihat orang lain kena todong :) )

  3. Kristina Says:

    Pertama, mau komen, klo blog mu nyakitin mata .. :D
    Yang kedua, ga setujuuuuu dengan yg kamu sebutin diatas…
    Mungkin selama ini kos kamu deket tuh sama kantor, jadi tinggal jalan aja. Ga ngerasain susah2 naik angkot/bus berangkat kerja berjam2.
    Penyumbang macet jakarta itu juga (terutama) bus2 yg ngetem sembarangan, mana asep knalpotnya ideeung. Bukan melulu kendaraan pribadi. Klo ada transportasi yg nyaman kayak MRT di Singapur sih ok2 aja naik kendaraan umum. Busway aja ngga bisa tepat waktu datengnya, udah gitu di titik tertentu nunggu antrean bus way bisa berjam2.
    Buat yg cewek bus itu rawan pelecehan terutama bus yg berjubel. Emang ada yg rela klo punya cewek, ato someday istri, dilecehin di bus?

    udah ah keburu mata sakit nih.. :p

  4. Ronsen Says:

    Jadi intinya, gajimu 4 juta yah… *ngasal*

  5. Chen Hendrawan Says:

    Thanks buat yang pada komen.

    @Sukma

    Duh spanduknya jangan begitu. Biasanya aku yang nyoblos.. :p

    @Okta

    Setuju. Semoga transportasi umum makin membaik. Syukurlah aku belum pernah ketahuan nodong di bus :D

    @Kristina

    Pertama, biar ga sakit brightness iMac nya rada dikurangin ;-) Trus baca postnya sambil liat-liat foto di sebelah, jadi rada seger ;-)
    Kedua, aku juga pernah ngalamin kerja di Senen, tinggal di Kebagusan. Kerja di Sunter, tinggal di Cawang. Perjalanan naik bis 2 jam sudah biasa. Jadi tuduhanmu tidak beralasan :)
    Ketiga aku nggak percaya penyumbang utama kemacetan di jakarta itu kendaraan umum yang ngetem sembarangan. Memang sering (banget) aku liat kejadian kaya begitu dan kesel juga, tapi bukan itu penyebabnya. Penyebabnya adalah (cie sok menerangkan) jumlah kendaraan yang sudah ampun-ampun nggak ketulungan banyaknya.
    Setuju transportasi umum belum nyaman. Tapi kalau menunggu Fauzi Bowo bikin MRT sih sama saja bertanya duluan mana ayam sama telur. Masyarakat juga harus memulai. Kalau tidak tetap akan jadi lingkaran setan.
    Aku pernah kerja di perusahaan transportasi. Mereka punya ide bikin shuttle service buat karyawan commuting yang bisa nyaman dan massal. Intinya pengusaha sudah melirik kesitu. Seperti aku bilang sebelumnya, pengusaha tetap mencari celah keuntungan. Tapi pengusaha juga tidak akan mulai kalau kebanyakan masyarakat lebih mending nyicil motor daripada naik bus. Ini yang aku maksud lingkaran setan.
    Aku sih berprinsip, mulai dari yang aku bisa. Termasuk posting ini.

    @Ronsen

    Huss.. huss.. jangan ngomonin gaji. SARA lu :p

  6. kocu Says:

    perusahaan mana tuh yang mau bikin shuttle service? kayanya ok juge (^_^) hohoho

    hm… kalo gw secara pribadi sih, macet karena banyaknya kendaraan gw bisa terima ko. bisa banget. itu kan memang kondisi yang sudah terjadi dan susah untuk ditanggulangi. Paling tinggal gimana dijaga supaya ga nambah parah. Tapi kalau kemacetan karena kendaraan (baik umum maupun pribadi) yang tidak disiplin dan egois karena mencari enak/cepet sendiri… itu yang bikin gondok!! phew…

    anyway, kalo di bali sih ga ada kendaraan sendiri minimal motor pasti stres, soalnya susah cari angkot (hehe… sekarang comparenya bali terus nih :-P )

  7. michiru Says:

    aku lebih seneng punya kendaraan sendiri daripada naek angkutan umum. sebulan aku abis 300rb untuk angkutan umum di jakarta sedangkan perkiraanku kalo punya sepeda motor lebih hemat separuhnya. memang di awal nyicil biayanya kerasa lebih berat tapi setelah cicilan lunas biaya transportasi lebih murah daripada naek angkutan

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

*
To prove that you're not a bot, enter this code
Anti-Spam Image