7 alasan tidak menggunakan kendaraan pribadi di jakarta
Saturday, September 29th, 20071. Anda masih single
Untuk apa anda harus memiliki mobil/motor jika anda masih single? Berbeda misalnya jika anda punya anak-anak kecil dan istri/suami yang harus dipayungi. Memang kendaraan pribadi bisa dipakai untuk jalan-jalan dengan teman/pacar, tapi jalan-jalan naik bus panas-panas juga asyik toh. Setidaknya bisa jadi nostalgia saat sudah tua nanti :p Plus, anda nggak perlu bingung siapa yang harus nyetir kalau habis minum-minum di pesta.
Kalau memang ingin lebih nyaman, sekali-sekali naik taksi juga bukan masalah kan?
2. Anda sebetulnya secara finansial mampu untuk TIDAK membeli kendaraan pribadi
Misalkan anda tinggal di Depok dan bekerja di daerah Sudirman. Jika menggunakan kendaraan umum, anda harus keluar ongkos (saya hitung kasar) 30 ribu rupiah setiap hari pulang pergi. Dikali 30 hari berarti 900 ribu rupiah per bulan. Jika anda membeli motor, anda harus keluar 600 ribu rupiah perbulan untuk cicilan motor plus uang bensin dan perawatan misal 200 ribu per bulan. Total 800 ribu/bulan. Anda bisa menabung 100 ribu per bulan.
Sepertinya ide bagus, tapi tidak relevan jika pendapatan anda per bulan (misalnya) di atas 4 juta rupiah dan anda masih single. Memang anda bisa menambah tabungan 100 ribu per bulan, tapi apakah uang sebesar itu cukup berarti dibandingkan kemacetan yang anda timbulkan, polusi yang anda tambahkan setiap harinya? Anda sendiri yang bisa menilai.
Jadi pertanyaan saya bukanlah apakah anda mampu untuk membeli, tapi apakah anda mampu untuk TIDAK membeli kendaraan sendiri dan tetap menggunakan kendaraan umum. Hitungan saya mungkin kurang akurat, but you’ve got my idea.
3. Anda masih muda, berpendidikan, dan cinta Jakarta
Bayangkan orang muda seperti anda tiap tahun tumbuh baru di jakarta. Semuanya kesal dengan sarana transportasi umum yang buruk dan memutuskan memiliki kendaraan pribadi. Dengan tingkat kemacetan sekarang saja seperti ini, bagaimana anda pikir 5 sampai 10 tahun ke depan?
Ingatkah ketika anda pertama kali menjadi kelas menengah baru di Jakarta, masih berusia kepala dua, dan baru mendapat pekerjaan. Apakah anda merasa seorang diri saat itu ataukah bagian dari kelas menengah baru yang terus tumbuh setiap tahunnya? Jika anda berpendidikan dan sadar bahwa anda tidak sendiri, tentunya anda bisa menghitung bahwa lima tahun lagi mobil anda bahkan tidak bisa keluar dari garasi karena macet.
4. Anda peduli dengan orang kecil
Apakah anda sadar bahwa dengan membeli kendaraan pribadi berarti anda memperkaya orang-orang kaya pemilik pabrik mobil/motor dan perusahaan multi finance yang membiayai kredit motor/mobil anda? Apakah anda mengamati pertumbuhan kekayaan perusahaan multi finance beberapa tahun terakhir ini seiring dengan makin mudahnya kredit kendaraan bermotor dan makin macetnya jakarta?
Dengan tetap mengggunakan kendaraan umum berarti anda secara langsung ngasih makan sopir dan kondektur bus, sopir mikrolet, bajaj, taksi dan keluarganya. Memang anda kehilangan kesempatan untuk menambah tabungan 100 ribu rupiah per bulan, tapi 100 ribu anda tidak terbuang percuma.
5. Anda sebetulnya punya waktu lebih
Anda mungkin beralasan bahwa dengan menggunakan motor anda bisa menghemat 30 menit saat berangkat kerja dan 30 menit saat pulang. Anda takut membuang terlalu banyak waktu dan menjadi tua di jalan.
Padahal kalau anda pikir, tambahan 30 menit saat berangkat pagi hari bisa anda manfaatkan untuk mengecek ulang apa yang akan anda lakukan hari itu. Merencanakan hari anda dengan lebih baik, cek email lewat hand phone, sms-an dengan pacar, atau membaca buku. Sesuatu yang tidak bisa anda lakukan jika anda berkonsentrasi mengemudi (Asumsi bahwa anda adalah pengemudi yang baik :p).
Sementara tambahan 30 menit saat sore hari bisa anda gunakan untuk beristirahat (tidur) di bus kota. Tidur sejenak selepas kerja sangat efektif untuk membuat anda segar ketika sampai di rumah sehingga bisa melakukan hal-hal lain dan tidak langsung terkapar kelelahan.
Seiring dengan berkurangnya minat terhadap penggunaan kendaraan pribadi, tentunya pemerintah dan pengusaha akan semakin memperbaiki sarana transportasi umum (pengusaha tentu tetap ingin cari untung). Dan hasilnya sarana transportasi umum akan semakin baik sehingga anda tidak akan khawatir tua di jalan.
6. Tempat tinggal anda dekat dengan tempat anda bekerja
Misal anda kos dekat kantor, atau tinggal di apartemen yang juga tidak jauh dari kawasan perkantoran. Why the hell you should own a car/motorcycle??!!
7. Anda baca sampai poin terakhir ini sambil manggut-manggut
Hehehe.. sebetulnya saya nggak ada ide/alasan lain. Lupa atau males mikir-mikir lagi. Hanya supaya genap (ganjil?) tujuh aja, kan lebih cool gitu kalo angka tujuh, hihihi..