X
T r a s h :: l o g BETA
{ Chen Hendrawan }
chenz v.A-01 chenz v.T23s chenz v.X0-KZ

Archive for July, 2007

fragmen - sepotong bayangan di pinggiran gelas kaca

Saturday, July 28th, 2007

“Hai cowo… send… a.. nih.. ?”
“Teriak dikit ngomongnya Non, musik nya kenceng banget nih.”
Bukannya berteriak, dia justru mendekatkan mulutnya ke bibir telingaku.
“Lu dari tadi sendirian aja? Ga be te nih..?”
“Emang lu tau dari mana kalo gue dari tadi sendiri?”, jawabku tak kalah dekat ke bibir telinga dia.
“Yaaa… ada lah satu jam gue perhatiin.”

Waaa… jadi Ge spasi eR nih aku. Ternyata ada yang memperhatikan dari tadi :D Seksi, pula :D Dan yang penting, cewe bukan laki-laki!

“Gapapa sih, biasa sendirian. Kenapa emang?”
Sambil cengar cengir senyum kuda dia berkata, “Ngent*** yuk ;-) ”.
Astaga, aku bingung mesti senang atau… bahagia. Tapi… perempuan nggak bener nih.. :(
“Mmmm… anu… gimana yaa… enggak deh. Gue nggak punya duit.”
Tertawa dia di deket telingaku, “Tapi lu masih punya kont** kan :D ?!”

Ya Non, tertawakan saja.

Tambahnya, “Lu pikir gw per**? Ayo lah, bayar hotelnya setengah-setengah deh.”
Bujubuneng, agresif sekali…. ternyata perempuan ini lebih nggak bener dari yang aku pikir :o
“Hehehe…, lu HIV ya? Semangat banget :p”
“Sembarangan lu, dikasih enak malah nodong nuduh”, kata dia sambil cubit genit ke pinggangku.
“Mmmm… ga usah deh. Lain kali aja….”, entah bagaimana lagi aku harus menjawabnya.
“Lu dah punya bini ya?”
“Enggak.”
“Homok?”
“Enggak juga.”
“Atau gay?”
“Enak aja, sama aja itu. Enggak!”
“Ooo.. pasti lesbi kalau begitu :p”

Lesbi itu buat cewe non :-|

“Elu kali yang lesbi ya”, tuduhku sekenanya, mulai kesal.
“Iya sih… sebetulnya gue lesbi. Hihihi..”.
“Lho kok ngajak gue begituan? Emang gue ada tampang cewe?!!”.
Sambil tersipu-sipu genit dia berbisik setengah mendesah di kuping ku yang kanan (selama ini pakai kuping kiri), “Siapa tau sama cowo juga enak, hihihi.”

Nah, pembaca. Berhubung cerita ini fiksi semata :p, dan gue tiba-tiba hilang ide (Sucks!), maka silakan dilanjutkan sendiri endingnya mesti gimana. Mau jadi filem Miyabi atau malah sinetron hidayah, terserah anda!

Kos mahasiswi di fatmawati

Saturday, July 21st, 2007

Terima kos untuk karyawati/mahasiswi, daerah fatmawati, antara Citos (Cilandak Town Square) dan Pondok Indah.
500rb/bulan. Kamar mandi dalam. Lingkungan bersih, aman, dan ga rese.
Informasi lebih lanjut hubungi Mas Chen saja ya… ;)

fenomena melihat hantu vs halusinasi

Monday, July 9th, 2007

Ada orang-orang yang bisa melihat “sesuatu” yang tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang lainnya. Oleh dunia kedokteran barat, orang seperti ini dikatakan mengalami halusinasi, salah satu gejala schizophrenia. Sementara oleh dunia mistik kita, orang tersebut disebut punya “kelebihan”: bisa melihat yang hanya kasat mata hati. Mana yang benar?

Halusinasi, secara medis disebabkan adanya malfungsi protein tertentu di otak yang menyebabkan timbulnya persepsi sebagaimana ketika kita melihat suatu objek. Ini berbeda dengan ilusi yang biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, misalnya sebuah gambar yang menipu mata dan pikiran kita sehingga tampak seperti gambar yang lain.

Gambar Ilusi

Tapi apakah benar bahwa halusinasi itu benar-benar disebabkan sesuatu di dalam kepala dan bukannya dari faktor eksternal? Apakah tidak mungkin ada energi-energi tak tampak dari luar yang bisa mempengaruhi otak kita, sehingga kita merasa seperti melihat sesuatu? Seperti melihat hantu, misalnya. Bukankah adanya malfungsi protein tertentu di otak tidak meniadakan kemungkinan bahwa ada hal lain diluar itu yang jadi penyebabnya? Sebagaimana rasa panas di pantat nggak meniadakan kemungkinan bahwa kita lagi ngedudukin knalpot mobil (gimana coba caranya :p), meskipun bisa juga rasa panas itu karena ada kelainan di bagian otak tertentu. (Gimana nggak kelainan, lha wong knalpot mobil kok didudukin, kekekeke )

Sekarang ini gelombang energi (aura) dari setiap benda (bukan hanya mahluk hidup) sudah bisa dilihat secara visual dengan teknik fotografi tertentu. Artinya memang ada energi-energi lain yang belum sepenuhnya terjelaskan oleh sains. Yang murni scientific seperti dark matter (dark energy) saja belum benar-benar terjelaskan. Bukti empiris sudah ada, hanya penalaran sains yang belum sampai.

Kembali ke judul, apakah mungkin orang yang melihat setan itu sama persis dengan orang yang sedang berhalusinasi? Dua-dua nya sama-sama sulit dibuktikan oleh orang awam. Sama-sama hanya terjadi pada orang yang memiliki “kelebihan”, atau dengan kata lain “kerusakan” otak, tergantung dari mana kita memandangnya. Apa yang tampak juga sama, bisa menyeramkan, bisa biasa-biasa saja, tergantung latar belakang sosio-kultural dari orang yang mengalami. So, apa bedanya?

Jangan karena yang satu dilihat dari sudut medis sementara yang lain dari sudut klenis kedua hal itu jadi fenomena terpisah. Kebiasaan buruk kita adalah melihat sebuah perbedaan sebagai hal yang memisahkan. Padahal perbedaan hanyalah sesuatu yang BELUM bisa kita ambil benang merahnya.

Aku sendiri percaya, suatu saat nanti sains, mistik, dan teologi akan menemukan titik temu. Bukan dengan satu hal menjelaskan (mengalahkan) yang lain. Tapi entah bagaimana. Mungkin itu saatnya orang-orang menemukan surga.

ps. Kalau emang setan itu fenomena mistik murni yang nggak dipengaruhi persepsi-persepsi otak dan latar belakang sosio-kultural, tentunya penampakan rupa setan itu bakal sama dong baik di indonesia, arab, maupun bule sono, hehehe. Emang di bule ada sundel bolong :p Kekekekek ???

gambar sundel bolong