X
T r a s h :: l o g BETA
{ Chen Hendrawan }
chenz v.A-01 chenz v.T23s chenz v.X0-KZ

situs berita yang lebih baik

Detik.com akhir-akhir ini makin kacau saja. Pertama, kualitas jurnalistik kopi-pes. Sering kali detik.com hanya mengambil informasi dari situs asing tanpa mempedulikan kebenaran beritanya. Contohnya yang baru-baru terjadi kemarin, detik menayangkan berita mengenai virus organik yang dapat menyerang Windows Vista. Berita ini berasal dari sebuah situs asing yang mana jelas-jelas mencantumkan tulisan bahwa situs tersebut hanyalah kumpulan tulisan iseng yang mestinya dianggap sebagai joke. Sering pula aku merasa bahwa beberapa berita di detik mencomot rumor-rumor yang beredar dari email-email junk yang sering diforward kesana kemari. Penayangan berita yang kadang asal publish, kalo salah tinggal dihapus belakangan. Hah.

Terlepas dari itu, kebijakan menghapus berita menurutku adalah hal yang nggak bisa ditolerir. Menggangu akuntabilitas publik terhadap detik.com. Kalaupun ada kesalahan berita kan ada mekanisme ralat, ikuti saja kaidah jurnalisme yang umum.

Kemudian layout situs yang terlihat semakin serakah. Saya bilang serakah karena sepertinya tak ada media berita lain yang iklannya seamburadul ini. Sekalipun banyak kalau ditata dengan rapi mestinya nggak akan terlalu mengganggu. Ide dari mana pula bikin banner yang kalau mouse-over bisa nutupin berita. Ide darimana bikin headline yang link nya menuju ke detikportal yang mana harus bayar.

Masih ada lagi hal yang kacau, yaitu skalabilitas aplikasinya. Sepertinya orang-orang di detik nggak memperkirakan bahwa hit mereka akan menjadi sebegitu besar. Dengan jumlah konten yang makin banyak tentu kehandalan hardware dan softwarenya sendiri harus terus dijaga. Kenyataannya server detik mulai banyak error, meskipun nggak sering tapi untuk ukuran situs berita yang menyajikan berita terbaru setiap detik, tentu saja reliabilitas lebih adalah sebuah keharusan.

Mm.. cape deh :-| Barusan ada berita di detiknews, “Sebuah Kotak Diduga Black Box AdamAir Ditemukan di Majene”, ketika di klik detail beritanya kosong :o Apa masyarakat cuman disuguhi judul saja??? Kalau berita belum layak publish kenapa harus terburu-buru dipublish?? Setidaknya kasih deh keterangan, misalnya “Sampai saat ini belum dapat diverifikasi, apakah temuan tersebut benar-benar Black Box Adam Air atau bukan. Komandan Lanud Hassanuddin yang kami hubungi.. dst,dst..”. Parahnya, beberapa menit kemudian ada berita dengan judul “Roy Suryo: Saya Sangsi Benda Itu Black Box AdamAir”, ketika di klik, kosong melompong pula isinya. Hah!! Ngapain pula seleb ini ikut-ikutan ngasih komentar nggak perlu seperti ini, mbok dijelasin kek kenapa sangsi, kenapa nggak mungkin benda itu black box. Pembaca berita kan ingin tahu. 5W 1H! Bukan sekedar “What??” dengan tanda tanya besar setelah baca berita itu.

Saya nggak ingin mendiskreditkan detik.com atau siapa-siapa. Setelah muak dengan televisi yang penuh sinetron, umumnya masyarakat menengah keatas lebih tertarik mendapatkan informasi dari internet. Kalau semua media semakin dijejali kepentingan nyari duit yang norak kaya gini, dari mana lagi kita bisa dapat barang berkualitas? Ingat, setiap klik yang kita buat itu menambah kaya detik.com secara langsung. Wajar dong kalau kita menuntut kualitas.

Aku pingin berkata: “Mari (TIDAK) membaca detik”. Tapi apa ada alternatif? :(

One Response to “situs berita yang lebih baik”

  1. Agungk Says:

    Mmh postingannya dah masuk kotak yach?
    Tapi aku komenin aja dech.
    Aku setuju 100%+68.5% dengan dengan statement kalau kualitas jurnalisme detik.com itu junk banget. Hal yang sangat mengganggu bagi saya adalah sebagai media yang identik dengan dunia cyber alias hi-tech, semestinya para kru beritanyapun memiliki wawasan hi-tech yang mumpuni. Salah satu contoh yang terakhir adalah berita tentang Tim Berners Lee yang mendapat penghargaan dari ratu Inggris. Di situ disebutkan kalau sejarah internet bermula ketika Berners-Lee merancang sistem world-wide-web.
    Dari situ jelas penulisnya gak bisa membedakan mana internet mana www. Menurutku itu tidak bisa diterima dalam suatu media tech resmi.

    Tapi untuk keserakahan detik.com, saya sih no comment saja. Habisnya yang muncul di comp-ku cuman satu-dua saja. Yang lainnya (yang kedap-kedip seperti gila) tak libas semua pake Firefox add-in AdBlock/AdBlock Plus…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

*
To prove that you're not a bot, enter this code
Anti-Spam Image